Tentang Lapas

  • PDF

1. Profil Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman

a. Sejarah Berdirinya Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman

Pembentukan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman mulai beroperasi tahun 2003 melalui Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.02.PR-07.03 tanggal 16 April tahun 2003 mengenai pembentukan Lembaga Pemasyarakatan Ternate, Lubuk Basung, Mentawai, Sleman, Belitung, dan Timika. Akan tetapi pembangunan awalnya dimulai pada Desember tahun 1999, setelah tembok luar dan perkantoran selesai dibangun maka mulai tahun 2001 sebagian petugas sudah mulai ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman.

Petugas-Petugas Pemasyarakatan yang ditempatkan pertama kali berasal dari Unit Pelaksana Teknis di jajaran Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta seperti Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta, Rumah Tahanan Kelas IIB Bantul, Rumah Tahanan Kelas IIB Wates, dan Rumah Tahanan Kelas IIB Wonosari.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman merupakan salah satu unit pelaksana teknis pemasyarakatan yang telah melaksanakan program pembinaan terhadap narapidana di wilayah hukum Kabupaten Sleman.Pelaksanaan pembinaan tersebut tidak terlepas dari peranan petugas dalam melaksanakan pembinaan dan peran serta aktif narapidana serta tersedianya sarana dan prasarana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman.

b. Sarana Fisik

Berdasarkan keterangan dari Kepala Urusan Umum Lembaga Pemasyarakatan Sleman, yang berlokasi di Jalan Bedingin, Sumberadi, Mlati, Sleman berdiri tahun 1999 dengan fasilitas pertama adalah bangunan blok-blok sel, bangunan kantor, bangunan untuk penghuni pada lahan milik Pemerintah Republik Indonesia.

Bangunan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman sudutnya dibangun menara penjaga. Untuk blok-blok penghuni bangunannya berbentuk leter “U” dengan jumlah 6 (enam) blok terdiri dari blok A, B, C, D, E, dan F (blok wanita). Di setiap blok Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman dibangun pos penjagaan.

Tanah yang dimiliki Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman seluas 10.640 m2. Sedangkan bangunan seluas 2.884 m2 dengan kapasitas 163 orang. Dengan perincian sebagai berikut:

1)   Bangunan Perkantoran  :     2.974 m2,   terdiri atas 12 unit ruang kantor dan 6 blok Napi

2)   Rumah Dinas Jabatan    :     871 m2,      terdiri dari 9 unit tipe E dan 1 unit type D

3)   Halaman / Taman         :     6.795 m2,    meliputi taman dalam dan taman luar lapas.

Letak bangunan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sleman tepatnya menghadap ke timur dengan batas-batas sebagai berikut :

1)    Sebelah Utara             :  Areal persawahan milik petani Dusun Bedingin, Sumberadi, Mlati, Sleman.

2)    Sebelah Selatan          :  Perumahan Dinas Pejabat Lembaga Pemasyaraatan Sleman.

3)    Sebelah Barat             :  Areal persawahan milik petani Dusun Bedingin, Sumberadi, Mlati, Sleman.

4)    Sebelah Timur            :  Jalan menuju Dusun Kadilangu, Sumberadi, Mlati, Sleman

Di dalam Lembaga Pemasyarakatan Sleman bangunan untuk penghuni di bagi menjadi beberapa blok (blok A sampai blok F) yang difungsikan untuk menempatkan tahanan dan narapidana. Untuk mengurangi beban mental para narapidana. Nama blok diganti dengan nama kampung (menggunakan nama bunga) yaitu : Anggrek, Bougenville, Cempaka, Dahlia, Edelweis, dan Flamboyan.

Untuk kampung Anggrek digunakan untuk tahanan, kampung Flamboyan khusus digunakan narapidana wanita dan untuk narapidana kriminal menempati kampung Cempaka, Dahlia dan Edelweis. Sedangkan untuk narapidana anak-anak ditempatkan di Blok cempaka dengan menggunakan kamar khusus.

Setiap kampung dihuni kurang lebih 60-75 orang yang terdiri dari beberapa kamar. Kamar mandi (WC) terletak di dalam kamar dan kamar mandi umum di luar setiap blok. Di setiap kampung dibangun aula untuk mengadakan bimbingan terhadap narapidana dan juga berfungsi sebagai ruang TV. Untuk menunjang pelaksanaan pembinaan dalam meningkatkan ketrampilan (kemandirian) narapidana juga disediakan fasilitas-fasilitas lain di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman :

1).    Ruang kerja, yang terdiri dari : Bidang pertukangan, Menjahit, Elektronika, Pertanian, Memasak, Bidang pembuatan kerajinan tangan, dan Sablon.

2).    Ruang hiburan dan kesenian yang terdiri dari : Perpustakaan, Ruang kunjungan keluarga, Tempat pembinaan mental dan ketrampilan, Poliklinik,

Tempat menonton televisi, Lapangan Tenis meja, serta Lapangan Permainan (volley, basket, badminton, futsal).

Penyediaan fasilitas untuk meningkatkan ketrampilan dan kemandirian tersebut sangat berguna bagi narapidana dalam upaya menempa setiap potensi yang ada dalam dirinya dengan bimbingan dan pembinaan oleh petugas. Selain itu, adanya fasilitas tersebut akan menjadikan mereka tenggelam dalam kegiatan yang akan menjauhkan dari pikiran-pikiran negatif yang dapat merugikan dirinya sendiri. Setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh narapidana akan mendapat hukuman disiplin.

Perhatian pada harkat dan martabat manusia di pidana antara lain ditujukan melalui fasilitas pemasyarakatan dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman. Fasilitas yang ada mencakup kebutuhan dasar (makan, tempat tidur, pakaian) dan kebutuhan sekunder (pendidikan, perawatan). Untuk kebutuhan kesehatan disediakan petugas medis/ poliklinik secara tersendiri. Yang antara lain satu dokter umum, satu dokter gigi dan empat orang perawat kesehatan yang mempunyai latar belakang pendidikan keperawatan. Sarana olahraga juga disediakan baik untuk narapidana maupun Petugas Pemasyarakatan sendiri. Di Lembaga Pemasyarakatan juga tersedia perpustakaan, yang menyediakan berbagai jenis buku hasil kerjasama dengan berbagai pihak seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, Kementerian Kebudayaan, DPRD Kabupaten Sleman, DPRD Provinsi Yogyakarta, dan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

 

2. Struktur Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor: 04-PR.07.03 Tahun 1985 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehakiman, maka :

a. Kedudukan

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman yang beralamat di Bedingin, Sumberadi, Mlati, Sleman adalah Unit Pelaksana Teknis dibidang Pemasyarakatan yang berada serta bertanggung jawab langsung kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta.

b. Struktur Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman

Adapun struktur organisasi dan tata kerja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman penulis lampirkan.    Sedangkan untuk tata kerjanya Lembaga Pemasyarakatan terdiri dari:

1)   Sub Bagian Tata Usaha

Yang mempunyai tugas untuk melakukan kegiatan surat menyurat, penggandaan, pengetikan komputer, kearsipan, membuat laporan bulanan/laporan khusus darik (daftar periksa surat-surat penting yang harus segera dijawab), mencatat kegiatan kepala Lembaga Pemasyarakatan, protokoler. Kepala Sub Bagian Tata Usaha membawahi dua Kepala Urusan (Kaur), yaitu: Kepala Urusan Umum dan Kepala Urusan Keuangan dan Kepegawaian.

2)   Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan

Mempunyai tugas dan wewenang menjaga keadaan Lembaga Pemasyarakatan baik penghuni, Inventaris kantor dan keadaan isi Lembaga Pemasyarakatan dalam keadaan aman dan kondusif.

Ka. KPLP membawahi 10 (sepuluh) orang pertugas Staf kantor dan 35 (tiga puluh enam) orang dipenjagaan/keamanan dengan dibagi menjadi empat regu penjagaan masing-masing regu ada yang 9 (sembilan) orang dan 8 (delapan) orang.

3)   Seksi Bina Anak Didik Pemasyarakatan dan Kegiatan Kerja

Mempunyai tugas memberikan perawatan pada tahanan baik administrasi, kesehatan maupun kegiatan-kegiatan dalam Lembaga Pemasyarakatan.

Ka Sie Binadik membawahi tiga Sub. Seksi yaitu sub seksi Registrasi, Bimbingan Kerja, dan Perawatan.

4)   Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban

Wewenang dan tugas seksi ini hampir sama dengan KPLP akan tetapi seksi Kamtib lebih berperan sebagai pendamping saja yaitu menjaga keamanan dalam Lembaga Pemasyarakatan agar tercapai keadaan aman tertib dan tentram antar penghuni Lembaga Pemasyarakatan. Ka.Sie Adm. Kamtib membawahi dua Sub. Seksi yaitu: Sub Seksi Pelaporan Tata Tertib dan Sub Seksi Keamanan.

 

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 28 Februari 2014 09:17