Pelatiahan Jasa Konstruksi Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)
Pelatihan Jasa Konstruksi

Senin (18/02) Pembukaan kegiatan peningkatan kapasitas bagi petugas dan warga binaan pemasyarakata (WBP) di bidang jasa konstruksi tahap II di Lapas IIB Sleman. Kegiatan ini merupakan amanat undang undang jasa konstruksi tentang kewajiban tenaga kerja konstruksi bersertifikat. Kegiatan ini berlangsung selama 6(enam) hari kerja mulai tanggal 18 Februari- 23 Februari 2019 dilaksanakan di 14 Lapas, kegiatan ini masuk pada tahap ke II sesuai dengan surat Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Nomor : PAS.3-UM.01.01-03 tertanggal 15 Januari 2019 sebagai tindak lanjut surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS-PK.0105.11-711 tanggal 22 November 2018. Yang sebelumnya pelatihan tahap I sudah di laksanakan di 15 Lapas pada tanggal 28 Januari-2 Februari 2019.Tujuan diadakan kegiatan ini untuk membangun karakter dan memberikan kesempatan kerja bagi warga binaan menjadi pekerja konstruksi yang kopeten. Kegiatan kerja ini di ikuti oleh 32 peserta terdiri dari 30 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan 2 orang Petugas Lapas Sleman dan di bimbing oleh Instruktur dan asesor berasal dari para pakar dan praktisi di bidang jasa konstruksi. Kegiatan ini di buka Oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY dalam Hal ini yang di Wakili oleh Kepala Bidang Pembinaan, Bimbingan Pemasyarakatan, Pengentasan anak, Informasi dan komunikasi Dwi Agus Setyabudi, Bc.IP,SH,MH. Yang di hadiri oleh Direktur Kerjasama dan pemberdayaan Ditjend Bina Kontruksi Kementerian PUPR, Kepala UPT Pemasyarakatan di DIY, Kepala Balai Pengembangan Jasa Kontruksi DIY, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi DIY, Pejabat Struktural Lapas IIB Sleman, dalam sambutannya Direktur Kerja sama dan Pemberdayaan menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang massif dilakukan untuk membuka peluang kerja dan peningkatan ekonomi multi efek. Tantangan utamanya adalah peningkatan daya saing dan keunggulan kompetitif pada sektor konstruksi. Untuk menjawab tantangan tersebut perlu adanya peran aktif pemangku kepentingan jasa konstruksi untuk sinergikan kekuatan nasional dan merebut pasar konstruksi regional. Peran ini tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja tetapi perlu peran masyarakat. Salah satunya menyiapkan anak-anak bangsa supaya bersaing global merebut pasar regional adalah dengan menyiapkan kompetensinya melalui bukti sertifikat. Bukti ini akan menjadi indikator bagi para pekerja konstruksi atas keahlian yang dimiliki dan perbaikan kesejahteraan hidupnya.Harapannya kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) jika pada saat mereka bebas nanti, segera mendapatkan pekerjaan dan menjalani kehidupan yang lebih baik.




Artikel Terkait

Comments (3)

    komentar Facebook sedang dipersiapkan